MEDAN — Perum Bulog Sumatera Utara memastikan pasokan beras dan MinyaKita untuk warga di 33 kabupaten/kota aman hingga akhir tahun. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang siap disalurkan mencapai 57 ribu ton, sementara MinyaKita yang sudah didistribusikan ke pasar dan warung tembus 14,36 juta liter. Penyaluran ini mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa seluruh proses distribusi berjalan sesuai data penerima dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pihaknya juga membuka pintu bagi pemerintah kabupaten/kota untuk mengecek langsung kualitas dan kuantitas beras di gudang sebelum dikirim ke masyarakat.
Jadwal Penyaluran Beras Bantuan Pangan untuk 1,7 Juta Keluarga
Dalam beberapa hari ke depan, Bulog Sumut mulai menyalurkan beras bantuan pangan untuk periode alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Total penerima bantuan pangan (PBP) yang tercatat mencapai 1.739.256 keluarga, dengan kebutuhan beras sekitar 52 ribu ton.
Setiap keluarga penerima akan mendapatkan jatah 30 kilogram beras. Beras tersebut bisa diambil secara gratis di kantor desa atau kelurahan masing-masing, tanpa dipungut biaya apa pun.
“Bulog menyalurkan sesuai data PBP yang kami terima dari Bapanas. Dari Pemkab dan Pemkot juga sudah ke gudang Bulog untuk mengecek kualitas dan kuantitas berasnya. Proses pengemasan terus kami lakukan,” tegas Budi, Rabu (12/08/2026).
Penyaluran Beras SPHP Baru Capai 65,95 Persen dari Target
Selain bantuan pangan, Bulog Sumut juga menggenjot penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga saat ini, realisasi penyaluran mencapai 32.342 ton dari target sekitar 49.043 ton, atau baru 65,95 persen.
Beras SPHP ini dijual dengan harga maksimal Rp 13.100 per kilogram sesuai HET. Masyarakat bisa mendapatkannya di pedagang pasar, warung sembako yang terdaftar sebagai Rumah Pangan Kita (RPK), serta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama TNI/Polri dan pemerintah daerah.
“Kami terus memperbanyak titik penyaluran beras SPHP dengan harga maksimal sesuai HET Rp 13.100/kg. Di depan gudang dan kantor Bulog se Sumut juga setiap hari tersedia. Silahkan datang,” imbuh Budi.
Distribusi MinyaKita: Warga Diminta Tak Beli di Atas HET
Untuk MinyaKita, Bulog Sumut sudah menyalurkan 14,36 juta liter. Separuhnya lebih, atau sekitar 7,50 juta liter, didistribusikan melalui pasar rakyat baik SP2KP maupun non-SP2KP. Sisanya disalurkan lewat warung sembako RPK dan Koperasi Merah Putih.
Budi menjelaskan, Bulog dan ID FOOD mendapat penugasan dari Menteri Perdagangan sebagai distributor tingkat pertama. Artinya, minyak goreng kemasan itu dibeli langsung dari produsen dan didistribusikan ke pengecer tanpa melalui distributor atau agen perantara.
“Jadi kalau di pasar ada yang menjual di atas HET jangan di beli, cari dulu toko berlogo Bulog harga maksimal Rp 15.700/liter,” tutup Budi.
Ia menambahkan, porsi distribusi Bulog dan ID FOOD hanya 35 persen dari total produksi MinyaKita nasional. Selebihnya, 65 persen distribusi dilakukan oleh swasta atau non-BUMN. Seluruh program ini dilaporkan ke Pemda dan DPRD Sumatera Utara sebagai bagian dari penugasan pemerintah menjaga stabilitas pangan di wilayah tersebut.