Pencarian

Bank Sumut dan Disdik Sumut Dorong Sekolah Kelola Dana BOS Secara Digital, Begini Skemanya

Rabu, 12 Agustus 2026 • 19:26:01 WIB
Bank Sumut dan Disdik Sumut Dorong Sekolah Kelola Dana BOS Secara Digital, Begini Skemanya
Bank Sumut dan Disdik Sumut mendorong sekolah mengelola Dana BOS secara digital melalui dua layanan utama.

MEDAN — Pengelolaan keuangan sekolah di Sumatera Utara (Sumut) tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara manual. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut bersama PT Bank Sumut resmi mendorong penerapan transaksi non-tunai di seluruh satuan pendidikan melalui sistem digital, mencakup pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Dana BOS.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menegaskan, tata kelola keuangan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, sekolah yang baik membutuhkan administrasi yang tertib dan sistem yang mampu membuat pekerjaan lebih cepat serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Sekolah yang baik membutuhkan tata kelola yang baik. Pengelolaan keuangan harus transparan, administrasinya tertib, dan didukung sistem yang mampu membuat pekerjaan lebih cepat, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (12/8/2026).

Dua Sistem Digital yang Dipakai Sekolah

Digitalisasi ini tidak hanya mengandalkan satu platform. Bank Sumut menyiapkan dua layanan utama yang saling terintegrasi untuk kebutuhan operasional sekolah.

Pertama, SUMUT Net Corporate, sebuah layanan yang memungkinkan satuan pendidikan melakukan transaksi keuangan secara digital. Aktivitas pembayaran dan pemindahbukuan dapat dilakukan lebih praktis dan otomatis terdokumentasi dalam sistem.

Kedua, Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). Platform ini dirancang khusus untuk mendukung proses pengadaan kebutuhan sekolah agar berlangsung lebih tertib, efisien, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bukan Sekadar Ganti Manual, tapi Soal Pengawasan

Heru menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengganti proses manual dengan mesin. Perubahan ini harus memberikan manfaat langsung bagi sekolah, terutama dalam hal pengawasan dan keamanan transaksi.

“Teknologi harus mampu meningkatkan keamanan transaksi, memperkuat pengawasan, serta memastikan setiap aktivitas keuangan tercatat dan dapat ditelusuri,” katanya.

Dengan sistem tersebut, pengelolaan anggaran sekolah diharapkan menjadi lebih mudah tanpa mengurangi aspek akuntabilitas. “Digitalisasi harus membuat pengelolaan anggaran semakin mudah sekaligus semakin akuntabel,” tegas Heru.

Bimtek untuk Kepala Sekolah dan Bendahara

Penerapan sistem ini tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) di sekolah. Bank Sumut bersama Disdik Sumut telah menyiapkan pendampingan setelah tahap sosialisasi selesai.

Bimbingan teknis (bimtek) akan diberikan kepada kepala sekolah, bendahara, dan operator BOS. Mereka akan dilatih memahami penggunaan layanan digital serta menerapkannya dalam pengelolaan keuangan sekolah sehari-hari.

Sosialisasi awal program ini digelar di Aula Kantor Bank Sumut, Medan, pada 10–11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mencakup pengenalan SUMUT Net Corporate, SIPLah, dan Program Kemitraan Sekolah.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks