MEDAN — Ribuan apoteker dari berbagai daerah di Indonesia memadati Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, untuk mengikuti Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2026 yang berlangsung hingga 8 Agustus mendatang. Pembukaan acara ini ditandai dengan sambutan langsung dari Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang menegaskan bahwa profesi kefarmasian berada di garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Surya, kompleksitas tantangan kesehatan global saat ini tidak bisa lagi dijawab dengan cara kerja sendiri-sendiri. Ancaman penyakit menular baru, meningkatnya resistensi antimikroba, serta dampak perubahan iklim terhadap pola penyebaran penyakit membutuhkan respons kolektif yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan praktisi.
Forum Ilmiah Jadi Wadah Lahirkan Inovasi Layanan Kesehatan
“Sinergi dibangun melalui forum ilmiah seperti ini kemudian melahirkan gagasan, inovasi serta rekomendasi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini atau di masa depan,” kata Surya di hadapan para peserta kongres.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi apoteker bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan pasien. “Apoteker salah satu garda terdepan untuk mewujudkan layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi keselamatan pasien, karena itu kompetensi, integritas dan profesionalisme kalian perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Menkes: Hidup Sehat Lebih Penting daripada Sekadar Umur Panjang
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang bergabung secara virtual memaparkan target ambisius pemerintah di bidang kesehatan. Ia menyebut rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia saat ini telah meningkat menjadi 74 tahun dari sebelumnya 72 tahun. Namun, target berikutnya bukan hanya memperpanjang umur, tetapi juga memperpanjang masa hidup sehat.
“Tahun 2029 kita targetkan menjadi 76 tahun, kemudian juga rata-rata hidup sehat yang dari 60 tahun ke 70 tahun, jadi bukan cuma menaikkan usia hidup, tetapi juga sehat dan itu butuh sinergi pemerintah dengan kefarmasian,” kata Budi.
Pernyataan ini menegaskan bahwa peran apoteker tidak lagi terbatas pada distribusi obat, tetapi juga edukasi pencegahan penyakit dan pengelolaan terapi jangka panjang.
IAI Sumut Jadi Tuan Rumah, Pengurus Pusat Sorot Penguatan Kompetensi
Ketua Umum Pengurus Pusat IAI Lilik Yusuf Indrajaya menyebutkan bahwa kongres kali ini diikuti oleh perwakilan pengurus IAI dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Ia berharap diskusi ilmiah yang berlangsung selama tiga hari mampu memperkaya wawasan peserta, baik dari sisi akademik maupun praktik profesi di lapangan.
“Sebagai organisasi, IAI akan selalu berupaya meningkatkan kompetensi anggotanya, kesejahteraan, perlindungan dan menyajikan kajian dari sisi akademik dan praktisi, kami berharap bisa terus meningkat dan mendapat dukungan dari semua pihak,” kata Lilik.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BPOM Taruna Ikrar, Ketua IAI Sumut Agustama, serta jajaran pengurus IAI kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Kehadiran Kepala BPOM dalam forum ini dinilai penting mengingat pengawasan obat dan makanan menjadi salah satu pilar utama kepercayaan publik terhadap industri farmasi nasional.