Pencarian

SMAN 3 Medan Resmi Jadi Sekolah Induk PJJ se-Sumut, 15 Anak Tidak Sekolah Sudah Terdaftar

Kamis, 06 Agustus 2026 • 11:36:01 WIB
SMAN 3 Medan Resmi Jadi Sekolah Induk PJJ se-Sumut, 15 Anak Tidak Sekolah Sudah Terdaftar
Kepala SMAN 3 Medan, Susianto, M.Si., membuka MPLS PJJ secara virtual yang diikuti 15 siswa baru dari kelompok Anak Tidak Sekolah.

MEDAN — Sekolah menengah atas negeri di ibu kota provinsi itu kini mengemban peran baru sebagai pusat operasional layanan pendidikan jarak jauh. Penunjukan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah memastikan anak usia 16 hingga 18 tahun yang putus sekolah tetap bisa mengenyam pendidikan setara SMA tanpa harus hadir di kelas setiap hari.

Kepala SMAN 3 Medan, Susianto, M.Si., membuka langsung rangkaian MPLS PJJ yang diikuti para siswa baru secara virtual melalui Zoom. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 4 hingga 8 Agustus 2026.

"Ini merupakan awal perjalanan yang luar biasa bagi para siswa-siswi baru," ujar Susianto dalam sambutannya, Selasa (4/8/2026).

Target 36 Siswa, Baru 15 yang Terdaftar

Saat ini, SMAN 3 Medan tercatat membina 15 peserta didik PJJ yang seluruhnya berasal dari kelompok Anak Tidak Sekolah. Pihak sekolah menargetkan total penerimaan mencapai 36 siswa pada tahun ajaran ini.

Susianto menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala jarak maupun kondisi tertentu. "Sekolah hadir untuk memastikan hak tersebut terpenuhi," katanya.

Empat Sekolah Bahu-membahu, Satu Jantung Operasional

Dalam struktur penyelenggaraan PJJ, SMAN 3 Medan berperan ganda sebagai Sekolah Induk sekaligus Pusat Akademik. Sekolah ini berada di bawah koordinasi langsung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Tanggung jawab sekolah induk mencakup seluruh aspek akademik, mulai dari penyediaan guru, kurikulum, proses pembelajaran, penilaian, penerbitan rapor, hingga kelulusan peserta didik.

Untuk memperluas jangkauan layanan, tiga sekolah mitra ditunjuk sebagai Pusat Layanan Daerah. Mereka adalah SMA Negeri 1 Hinai di Kabupaten Langkat, SMA Negeri 1 Siantar, dan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan di Kabupaten Deli Serdang.

"Sekolah induk menjadi jantung operasional penyelenggaraan PJJ, sedangkan sekolah mitra berfungsi sebagai pusat layanan pendidikan di daerah," jelas Susianto.

Adapun sekolah mitra bertugas memberikan pendampingan, monitoring, layanan lokal, serta komunikasi dengan peserta didik di wilayah masing-masing.

Belajar 70 Persen Mandiri, Siswa Tak Berjalan Sendiri

Proses pembelajaran PJJ mengadopsi komposisi 70 persen pembelajaran mandiri (asinkron) dan 30 persen pembelajaran tatap muka virtual (sinkron). Seluruh aktivitas belajar didukung platform digital seperti Learning Management System (LMS), kelas virtual, Zoom Meeting, Google Workspace, dan Google Drive.

Meski mayoritas waktu belajar dijalani secara mandiri, Susianto memastikan para siswa tidak akan dibiarkan berjuang sendirian. "Melalui jaringan dukungan yang komprehensif, kami akan terus mendampingi setiap peserta didik. Kamu tidak belajar sendiri, kami ada untuk mendukungmu," ujarnya.

Ia berharap para peserta didik menjunjung tinggi nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, dan keaktifan selama menempuh pendidikan. "Kita mungkin dipisahkan oleh jarak, tetapi kita dipersatukan oleh semangat belajar. Selamat bergabung di keluarga besar Program Pendidikan Jarak Jauh SMAN 3 Medan," tutup Susianto.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aktualonline.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks