SIMALUNGUN — Peran Stasiun Kereta Api Perlanaan di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, kian strategis bagi perekonomian Sumatera Utara. Stasiun ini tak sekadar menjadi tempat naik-turun penumpang, melainkan juga simpul distribusi komoditas industri dari KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan posisi stasiun ini vital karena menghubungkan dua sektor sekaligus: mobilitas masyarakat dan rantai pasok logistik. Menurutnya, stasiun yang terletak di Desa Perlanaan itu menjadi penggerak distribusi komoditas utama daerah.
Rantai Pasok CPO dan Petikemas ke Pelabuhan Internasional
Dari stasiun ini, kereta pengangkut peti kemas membawa komoditas industri dari KEK Sei Mangkei menuju dua pelabuhan utama di Sumatera Utara. Selain itu, Stasiun Perlanaan terhubung langsung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Gunung Bayu yang menjadi lokasi muat crude palm oil (CPO) sebelum dikirim ke pelabuhan.
Sebaliknya, stasiun ini juga melayani pengangkutan CPO dari PKS lain menuju KEK Sei Mangkei. Komoditas tersebut dipakai sebagai bahan baku produksi bagi para tenant di kawasan ekonomi khusus tersebut.
"Melalui layanan komoditas petikemas dan CPO ini, Stasiun Perlanaan secara nyata menghubungkan potensi industri daerah di Simalungun langsung ke pasar global dan pelabuhan internasional," kata Anwar.
Penumpang Meningkat Hampir 20 Persen, Didorong Mobilitas Pekerja
Di sektor angkutan penumpang, kinerja stasiun ini menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, stasiun melayani 42.665 pelanggan, lalu meningkat menjadi 50.645 pelanggan pada 2025, dan kembali naik 9 persen di Semester I 2026 dengan total 55.077 pelanggan.
Dua layanan utama yang beroperasi dari stasiun ini adalah KA Putri Deli dengan relasi Medan–Tanjungbalai dan KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantauprapat. Keduanya memudahkan warga Simalungun bagian timur menjangkau pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.
"Layanan angkutan penumpang di stasiun ini memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat sekitar dan pekerja KEK Sei Mangkei, baik untuk urusan pekerjaan maupun pribadi, dengan konektivitas yang lebih mudah menuju Kota Medan dan Bandara Internasional Kualanamu," ujar Anwar.
Akses ke Bandara dan Pusat Ekonomi Medan
Keberadaan stasiun ini menjadi alternatif transportasi bagi pekerja kawasan industri yang hendak menuju ibu kota provinsi. Konektivitas ke Bandara Kualanamu juga memperpendek waktu tempuh bagi mereka yang membutuhkan akses udara untuk keperluan bisnis atau pribadi.
KAI Divre I Sumut berkomitmen terus meningkatkan pelayanan di Stasiun Perlanaan agar perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat dan pusat distribusi logistik semakin optimal. Layanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu diharapkan dapat memperkuat daya saing industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.