Pencarian

Pemerintah Suntik Rp4,8 Triliun untuk Hidupkan Kembali PLTP Sarulla, Target Produksi 330 MW pada 2028

Minggu, 02 Agustus 2026 • 14:12:31 WIB
Pemerintah Suntik Rp4,8 Triliun untuk Hidupkan Kembali PLTP Sarulla, Target Produksi 330 MW pada 2028
Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan suntikan modal untuk memulihkan PLTP Sarulla akan segera direalisasikan.

SUMATERA UTARA — Wacana pemulihan PLTP Sarulla akhirnya menemui titik terang. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, memastikan pemerintah akan segera merealisasikan suntikan modal baru untuk mengembalikan performa pembangkit panas bumi terbesar di Indonesia ini.

Dengan tambahan investasi tersebut, produksi listrik dari Sarulla ditargetkan kembali menyentuh 330 MW. Padahal, potensi panas bumi di kawasan tersebut diperkirakan jauh lebih besar, yakni mencapai 1.100 MW. Artinya, masih ada ruang ekspansi yang besar untuk dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan energi bersih nasional.

Administrasi Selesai 2026, Produksi Dikejar 2027-2028

Yuliot menjelaskan, tahap pertama yang harus dilalui adalah menuntaskan seluruh proses administrasi. Ia menargetkan semua urusan birokrasi rampung pada Oktober 2026. Setelah itu, barulah pekerjaan teknis untuk meningkatkan kapasitas produksi dimulai.

"Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Sudah selesai urusan administrasinya, tahun 2027-2028 ini kita kejar peningkatan kapasitas produksi," ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Ia menambahkan, tambahan investasi sekitar USD270 juta dibutuhkan untuk mengembalikan kemampuan produksi pembangkit ke kapasitas terpasang 330 MW. Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan penggantian peralatan yang mengalami penurunan performa.

Mengapa Pemulihan PLTP Sarulla Penting?

Sarulla bukan sekadar pembangkit listrik biasa. Sebagai salah satu proyek panas bumi terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara, kontribusinya terhadap bauran energi nasional cukup signifikan. Pemulihan kapasitas ini akan membantu menjaga pasokan listrik di wilayah Sumatera bagian utara, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis fosil.

Selain itu, panas bumi merupakan energi bersih yang ramah lingkungan. Dengan mengoptimalkan potensi Sarulla yang mencapai 1.100 MW, pemerintah secara tidak langsung mendukung komitmen transisi energi menuju net zero emission. Potensi besar yang belum tergarap ini menjadi pekerjaan rumah jangka panjang yang menarik untuk terus dikembangkan.

Bagi masyarakat Tapanuli Utara dan sekitarnya, pemulihan ini juga membawa angin segar. Aktivitas operasional pembangkit yang pulih akan berdampak pada perekonomian lokal, baik dari sisi lapangan kerja maupun aktivitas bisnis penunjang lainnya.

Investasi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tengah gencar mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Dengan target bauran EBT yang semakin tinggi, setiap megawatt yang berhasil diselamatkan dari pembangkit eksisting seperti Sarulla menjadi langkah efisien yang tidak membutuhkan pembangunan dari nol.

Keberhasilan memulihkan Sarulla nantinya juga akan menjadi tolok ukur kemampuan Indonesia dalam mengelola aset strategis di sektor energi, sekaligus menarik minat investor global untuk menanamkan modal di proyek-proyek panas bumi tanah air.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks