PLN UID Sumut Latih Warga Karo Olah Limbah Jagung, Dorong Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 27 Januari 2026 | 10:07:19 WIB
PLN UID Sumut menggelar pelatihan pengolahan limbah jagung untuk warga Desa Munte, Karo.

Karo – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui program PLN Peduli menggelar Pelatihan Pengolahan Limbah Jagung sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Kolaborasi Simpang Selakkar, Desa Munte, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mudhakir, mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan kepada masyarakat. Menurutnya, PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi warga.

“Ini adalah bentuk dedikasi dan pengabdian PLN kepada masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus komitmen kami terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi yang memberi manfaat nyata,” ujar Mudhakir.

Ia menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan agenda PLN dalam mendorong transisi energi Green dan Innovative, termasuk inovasi dalam pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Menurutnya, inovasi berkelanjutan menjadi kunci dalam menjawab tantangan perusahaan sekaligus kebutuhan masyarakat.

Pelatihan tersebut diikuti 10 anggota kelompok Gerakan Masyarakat Kreatif Menuju Sukses (GEMA KAMUS) dan dipandu oleh Rizki Alfaridho Damanik selaku fasilitator program. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Munte, Nellya Br Karo, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN Peduli.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang telah memberikan ruang ekspresi serta manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Desa Munte,” ujarnya.

Rizki Alfaridho Damanik menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan hingga kelompok mampu mengelola limbah secara mandiri. Targetnya, kelompok dapat menghasilkan tiga produk unggulan bernilai ekonomi, yakni pakan ternak berkualitas, cuka asap sebagai pengawet atau pestisida organik, serta pupuk kompos organik.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Kelompok GEMA KAMUS, Sumardi, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN. Ia berharap limbah jagung yang melimpah di Desa Munte dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi dengan tetap mengedepankan kearifan lokal dan keberlanjutan.

Kegiatan pelatihan juga diisi oleh Jodi Singgih Sudibyo, praktisi budidaya ternak, yang memberikan edukasi mengenai teknik pengolahan limbah jagung, kesehatan hewan ternak, serta pemanfaatan bonggol dan klobot jagung sebagai sumber serat berkualitas. Ia juga mengajarkan teknik fermentasi limbah hasil pembakaran untuk menghasilkan kompos yang mampu mengembalikan unsur hara tanah secara alami.

Reporter: Redaksi
Back to top