GUNUNGSITOLI — Rencana pemerintah menjadikan RSUD dr Thomsen sebagai pusat layanan kesehatan rujukan regional membawa angin segar bagi warga di empat kabupaten dan satu kota di Kepulauan Nias. Selama ini, pasien dengan kondisi kritis kerap harus dirujuk keluar pulau karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit milik Pemprov Sumut tersebut.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengungkapkan bahwa penguatan RSUD dr Thomsen menjadi prioritas karena lokasinya yang strategis di tengah gugusan Kepulauan Nias. Rumah sakit ini dinilai sudah memiliki modal dasar berupa sejumlah tenaga medis spesialis yang siap didukung dengan peralatan yang memadai.
CT Scan Rusak Dua Tahun dan Kendala Administrasi Aset
Dalam peninjauannya, Bobby menyoroti langsung kondisi peralatan medis di RSUD dr Thomsen. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah alat CT Scan yang sudah rusak dan tidak berfungsi selama dua tahun terakhir.
"Kita lihat apa saja kebutuhannya. Ada alat kesehatan yang harus dilengkapi dan ada yang harus diperbaiki. CT Scan yang sudah rusak selama dua tahun juga akan kita upayakan penyelesaiannya," ujar Bobby di Gunungsitoli, Rabu (5/8/2026).
Kerusakan alat diagnostik ini dinilai krusial. Pasalnya, RSUD dr Thomsen telah memiliki dokter spesialis saraf yang membutuhkan dukungan peralatan memadai untuk memberikan pelayanan maksimal, terutama bagi pasien stroke atau gangguan saraf yang membutuhkan penanganan cepat.
Di sisi lain, pengembangan rumah sakit ini juga masih tersendat masalah administrasi aset pascapemekaran daerah. Status kepemilikan aset yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli masih terkait dengan Kabupaten Nias, sehingga membutuhkan penyelesaian administrasi antarpemerintah daerah.
Perkuat RS yang Ada, Bukan Bangun Baru
Menanggapi wacana pembangunan rumah sakit baru di Kepulauan Nias, Bobby menegaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini bukanlah menambah fasilitas baru. Menurutnya, sejumlah daerah di Kepulauan Nias telah memiliki rumah sakit, sehingga fokus utama adalah memperkuat fungsi RSUD dr Thomsen sebagai pusat rujukan.
"Rumah sakit Thomsen akan kami putuskan sebagai rumah sakit regional sehingga seluruh rujukan dari Kepulauan Nias bisa dilayani di sini," kata Bobby didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut, M Faisal Hasrimy.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien keluar Pulau Nias yang selama ini memakan biaya besar dan waktu tempuh lama. Dengan adanya pusat rujukan regional, akses layanan kesehatan bagi warga di kepulauan diharapkan semakin cepat dan terjangkau.
Rapat Lanjutan dengan Pemkab se-Kepulauan Nias
Untuk mempercepat realisasi program ini, Pemprov Sumut akan menggelar rapat bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias. Pembahasan akan difokuskan pada penyelesaian persoalan aset, pemenuhan tenaga medis, serta pengadaan alat kesehatan di RSUD dr Thomsen.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumut untuk memetakan kebutuhan sarana, prasarana, dan peralatan medis agar pelayanan kesehatan di RSUD dr Thomsen dapat berjalan optimal. Dengan begitu, rumah sakit ini benar-benar siap menjadi andalan baru bagi warga di seluruh Kepulauan Nias.