Pencarian

Investor Kripto Sumatera Utara Mulai Diversifikasi ke Aset Tokenisasi, Transaksi Saham AS Naik 2,5 Kali Lipat

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:41:01 WIB
Investor Kripto Sumatera Utara Mulai Diversifikasi ke Aset Tokenisasi, Transaksi Saham AS Naik 2,5 Kali Lipat
Investor kripto di Sumatera Utara mulai melirik saham tokenisasi, dengan transaksi naik 2,5 kali lipat pada Juli 2026.

MEDAN — Perilaku investor kripto di Sumatera Utara mulai bergeser. Mereka tak lagi hanya berpatokan pada aset utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi mulai merambah instrumen digital lain yang memberikan eksposur ke pasar global, salah satunya saham tokenisasi.

Data internal Bittime, salah satu platform pertukaran aset digital di Indonesia, mencatat aktivitas perdagangan Tokenized US Stocks pada Juli 2026 meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan Juni 2026. Lima produk yang paling diminati adalah SPCXX, NVDAX, CRCLX, MSTRX, dan AAPLX.

Stablecoin dan Aset Utama Tetap Jadi Pilihan

Meski instrumen baru mulai dilirik, aset kripto konvensional tetap menjadi tulang punggung transaksi. Berdasarkan data internal Bittime, minat transaksi pengguna di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, masih terkonsentrasi pada USDT, Bitcoin, Ethereum, dan Solana (SOL).

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai tren ini menunjukkan pasar sedang bertransformasi. Investor kini lebih selektif dan tidak lagi menempatkan semua dana pada satu jenis aset.

“Investor saat ini semakin selektif dalam menentukan aset yang ingin mereka transaksikan. Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi aset utama yang banyak diperhatikan, tetapi investor juga mulai melihat peluang lain berdasarkan kondisi pasar, momentum, dan strategi masing-masing,” ujar Ryan dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Selasa (4/8/2026).

Arus Dana Global Mulai Bergerak ke XRP dan Solana

Fenomena serupa terjadi di pasar global. Laporan CoinShares pada Mei 2026 mencatat arus dana keluar (outflow) Bitcoin mencapai US$982 juta. Sebaliknya, XRP dan Solana justru mencatatkan arus dana masuk masing-masing sebesar US$67,6 juta dan US$55,1 juta.

Perbedaan arah arus dana tersebut menjadi sinyal bahwa investor global sedang melakukan rotasi portofolio. Mereka mencari aset dengan momentum pertumbuhan, bukan sekadar mengikuti harga aset terbesar.

Ekosistem Aset Digital Kian Beragam

Bagi pasar domestik, perkembangan ini menjadi catatan penting. Kebutuhan investor untuk mengakses pasar keuangan global melalui instrumen tokenisasi dinilai sebagai langkah natural berikutnya setelah adopsi kripto utama.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan investor dalam mengakses pasar juga semakin beragam. Mereka tetap menjadikan aset kripto utama sebagai bagian penting dari aktivitas transaksi, namun pada saat yang sama mulai mengeksplorasi instrumen lain yang dapat memberikan eksposur terhadap peluang di pasar global,” pungkas Ryan.

Ia menambahkan, tren ini menjadi dorongan bagi Bittime untuk terus menghadirkan pilihan aset yang relevan bagi investor Indonesia dalam satu ekosistem aset digital.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: matabangsa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks