Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp18.100 Hari Ini, Pasar Tunggu Data Manufaktur AS

Selasa, 04 Agustus 2026 • 15:21:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.100 Hari Ini, Pasar Tunggu Data Manufaktur AS
Rupiah melemah ke Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

JAKARTA — Pergerakan rupiah pada hari ini berpotensi kehilangan momentum penguatannya. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan mata uang Garuda akan tertekan oleh sentimen eksternal, terutama jelang pengumuman data manufaktur Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar malam nanti waktu setempat.

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, rupiah sempat menguat 0,14 persen ke level Rp17.997 per dolar AS. Penguatan itu sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Won Korea Selatan memimpin dengan apresiasi 0,72 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,54 persen dan yen Jepang yang menguat 0,39 persen.

Sentimen Damai AS-Iran Jadi Penopang Sebelumnya

Penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya ditopang oleh sentimen eksternal, yakni rencana perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan kedua negara dijadwalkan berlangsung pada Senin waktu setempat.

Di sisi lain, indeks dolar AS atau DXY justru melemah tipis 0,10 persen ke level 99,81 pada periode yang sama. Kondisi ini sempat memberi ruang bagi mata uang di kawasan Asia untuk bernapas.

Inflasi Terkendali Jadi Sinyal Positif Domestik

Dari dalam negeri, laju inflasi yang semakin terkendali dinilai menjadi sentimen positif karena dapat memperkuat ekspektasi terhadap stabilitas fundamental ekonomi Indonesia. Namun, analis menilai kondisi tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal yang berpotensi membatasi ruang penguatan rupiah.

Tekanan pada sektor eksternal masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan nilai tukar hari ini.

Data ISM Manufacturing PMI AS Jadi Kunci

Perhatian pasar pada hari ini tertuju pada rilis ISM Manufacturing PMI AS. Indikator tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas sektor manufaktur Negeri Paman Sam sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Jika data ekonomi AS keluar lebih kuat dari perkiraan, ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed bisa berubah dan mendorong penguatan dolar AS. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi menekan rupiah lebih dalam ke kisaran Rp18.100 per dolar AS.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: digtara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks