Pencarian

Mensos Sebut Orang Tua Boleh Jenguk Anak SD Kapan Saja di Sekolah Rakyat, Ini Alasannya

Selasa, 04 Agustus 2026 • 11:13:01 WIB
Mensos Sebut Orang Tua Boleh Jenguk Anak SD Kapan Saja di Sekolah Rakyat, Ini Alasannya
Mensos Saifullah Yusuf menyatakan orang tua siswa SD dapat menjenguk anaknya kapan saja di Sekolah Rakyat.

SUMATERA UTARA — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa rekrutmen siswa jenjang sekolah dasar (SD) menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Meski konsep boarding school atau berasrama diterapkan, orang tua siswa SD dipersilakan bertemu anak-anaknya setiap saat.

"Ya memang di usia tersebut yang seharusnya masih dengan orang tuanya dan lain sebagainya. Maka itu Bapak presiden meminta ke kita untuk memfasilitasi pertemuan antara orang tua dan siswa di sekolah rakyat," kata Saifullah yang akrab disapa Gus Ipul di Gresik, Senin (3/8).

Kurikulum Khusus untuk Siswa SD yang Berbeda dari SMP dan SMA

Gus Ipul menegaskan pihaknya telah menyiapkan kurikulum khusus bagi para siswa SD di Sekolah Rakyat. Pendekatan pembelajaran untuk jenjang SD sengaja dibuat berbeda dengan jenjang SMP maupun SMA yang tetap melaksanakan kurikulum boarding school penuh.

"Memang untuk SD pendekatannya berbeda dengan SMP maupun SMA. Jadi ini semua sudah dirancang kurikulumnya," jelasnya. Para guru di Sekolah Rakyat juga dipastikan memiliki pedoman lengkap dalam mengajar siswa SD.

Tiga Larangan yang Tidak Boleh Terjadi di Sekolah Rakyat

Dalam pengelolaannya, Gus Ipul menegaskan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat. Larangan tersebut mencakup perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi di antara siswa maupun tenaga pendidik.

Ketentuan ini menjadi bagian dari pedoman pengajaran yang diberikan kepada guru, seiring dengan upaya pemerintah membentuk karakter siswa dari keluarga kurang mampu melalui pendidikan berasrama.

Gresik Jadi Contoh, Kuota Siswa Terpenuhi di Semua Jenjang

Di tengah tantangan rekrutmen tersebut, Kemensos mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang berhasil memenuhi kuota siswa untuk semua jenjang pendidikan. Sekolah Rakyat terintegrasi di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, Gresik, kini menampung 270 siswa yang terbagi merata ke dalam tiga jenjang.

Rinciannya, 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. "Terima kasih bupati Gresik, meskipun pembangunan SRT belum rampung 100 persen tetapi sudah bisa ditempati dan memenuhi kuota di masing-masing jenjang," pungkas Gus Ipul.

Keberhasilan Gresik memenuhi kuota menjadi pembeda dibanding sejumlah daerah lain yang masih kesulitan, khususnya untuk jenjang SD. Faktor psikologis anak yang belum siap berpisah dari orang tua disebut menjadi penyebab utama rendahnya minat pendaftar.

Presiden meminta Kemensos memfasilitasi pertemuan rutin antara orang tua dan siswa di Sekolah Rakyat sebagai solusi atas hambatan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu meyakinkan orang tua bahwa anak-anak mereka tetap mendapatkan pengawasan dan kasih sayang meski tinggal di asrama.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks