Pencarian

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik

Senin, 03 Agustus 2026 • 18:43:01 WIB
Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil memberikan keterangan pers mengenai penurunan harga Pertamax di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).

JAKARTA — Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami penyesuaian menjadi Rp15.950 per liter. Angka ini turun dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp16.250 per liter.

Penurunan harga tersebut dibenarkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026). Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi sepenuhnya mengikuti fluktuasi pasar minyak global.

Harga Pertamax Ikuti Pergerakan Minyak Dunia

Bahlil menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak pernah ditetapkan secara permanen oleh pemerintah. Penyesuaian harga dilakukan oleh badan usaha penyedia BBM nonsubsidi sebagai respons atas dinamika harga minyak mentah dunia.

“BBM yang non-subsidi itu harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, koreksi harga minyak dunia saat ini menjadi pemicu utama badan usaha swasta untuk menurunkan harga jual Pertamax di dalam negeri. Kondisi ini sekaligus menunjukkan mekanisme pasar yang berjalan normal pada segmen BBM nonsubsidi.

Proyeksi Harga Pertamax ke Depan

Mengenai kemungkinan perubahan harga ke depan, Bahlil menyebut proyeksinya masih sangat bergantung pada situasi geopolitik dunia. Ketidakpastian global dapat memengaruhi harga minyak mentah dan berdampak langsung pada harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

“Ya tergantung kondisi geopolitik dunia. Tapi yang penting gini loh, yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting,” tegas Bahlil.

Pernyataan ini menegaskan prioritas pemerintah yang lebih fokus menjaga daya beli masyarakat melalui harga BBM subsidi yang stabil.

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik

Bahlil mengungkapkan bahwa konsumsi BBM masyarakat Indonesia masih didominasi oleh BBM subsidi. Dari total konsumsi nasional, sekitar 80 persen merupakan BBM subsidi, sementara sisanya 20 persen adalah BBM nonsubsidi yang lebih banyak digunakan kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.

“Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang ditanggung oleh pemerintah, yaitu subsidi,” kata Bahlil.

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan pemerintah terhadap daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan harga energi global yang masih dinamis. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga agar harga BBM subsidi tetap terjangkau oleh masyarakat luas.

Fakta yang Perlu Diketahui Soal Penurunan Harga Pertamax

Penurunan harga Pertamax menjadi Rp15.950 per liter memperlihatkan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi kondisi pasar minyak dunia. Masyarakat perlu memahami bahwa harga Pertamax dapat kembali mengalami penyesuaian apabila harga minyak mentah maupun kondisi geopolitik berubah.

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, pemerintah menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah menjaga harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan dan tetap mampu dijangkau masyarakat luas.

Follow www.okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: digtara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks