SUMATERA UTARA — Hujan yang mengguyur Grant Park sepanjang hari tidak menyurutkan antusiasme puluhan ribu penonton yang memadati dua panggung utama. Di sisi utara, Smashing Pumpkins yang merupakan band asal Chicago akhirnya resmi debut di Lollapalooza edisi Chicago—setelah sebelumnya hanya tampil di versi keliling festival tersebut pada 1994. Sementara di sisi selatan, Charli XCX membuka era baru tur dunianya dengan set yang penuh koreografi dan kejutan.
Smashing Pumpkins Bawa Album Lawas dan Kejutan Tamu Spesial
Smashing Pumpkins membawakan materi dari album legendaris Mellon Collie and the Infinite Sadness yang genap berusia 30 tahun pada Oktober lalu, dipadukan dengan lagu-lagu dari Siamese Dream dan materi terbaru dari album Aghori Mhori Mei, termasuk "Edin".
Kejutan dimulai saat Yungblud naik ke panggung untuk membawakan "Luna" dari Siamese Dream. Musisi asal Inggris yang tampil lebih awal di hari yang sama itu menyebut momen tersebut sebagai "dream come true". Beberapa lagu kemudian, giliran Olivia Rodrigo yang bergabung untuk membawakan "Thirty-Three" secara akustik bersama Billy Corgan. Kolaborasi dua generasi ini menjadi bukti pengaruh Smashing Pumpkins terhadap musisi rock muda saat ini.
Charli XCX Buka Tur "Music, Fashion, Film" dengan Set Sinematik
Di panggung T-Mobile, Charli XCX tampil dengan formasi lengkap—band pengiring dan belasan penari. Ia membuka penampilannya dengan lagu "Rock Music", sekaligus menandai dimulainya tur resmi untuk album Music, Fashion, Film setelah sebelumnya hanya tampil di beberapa show intim.
Penampilan ini melanjutkan tradisi Charli yang kerap tampil di Lollapalooza Chicago, setelah sebelumnya naik panggung pada 2015, 2017, dan 2022—setiap penampilannya selalu menunjukkan evolusi musikal yang berbeda. Penonton yang hadir tampak hafal hampir semua lagu baru, termasuk "SS26" dan B-side "If You Take Away the Music Then What Has She Got?" yang dibawakan dengan nuansa lebih sendu.
Puncak penampilan terjadi saat Charli membawakan "No One Lasts Forever" di akhir set. Lagu tersebut ditutup dengan visual David Cronenberg yang mengulang kalimat "They are dead, they are gone, no one lasts forever" dan "Oblivion is freedom" di layar raksasa, sementara Charli dan para penarinya membeku dalam pose—menciptakan efek freeze-frame sinematik yang memukau.
Dua Malam Beruntun di Panggung Lollapalooza
Menariknya, Charli XCX juga sempat muncul secara kejutan pada hari pertama festival, Kamis (31/7), untuk membawakan "Girl, so Confusing" bersama Lorde di set headliner-nya. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan pengunjung festival di media sosial.
Dengan dua headline act yang tampil solid di malam yang sama, Lollapalooza 2026 hari kedua membuktikan bahwa format empat panggung utama yang bersamaan tetap bisa berjalan mulus—meski penonton harus rela memilih di antara Smashing Pumpkins, Charli XCX, Major Lazer, dan Freddie Gibbs. Bagi yang hadir, rasa FOMO (fear of missing out) tampaknya menjadi harga yang wajar untuk malam penuh musik berkualitas ini.