MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali mengalokasikan anggaran besar untuk melanjutkan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah pada tahun anggaran 2026. Total dana yang disiapkan mencapai Rp235,39 miliar, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Hamid Rijal, mengatakan alokasi anggaran tersebut merupakan lanjutan dari pelaksanaan Probis yang telah berjalan sejak 2025 dan menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution di sektor kesehatan.
“Untuk pelaksanaan Probis Sumut Berkah tahun 2026, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp235.399.651.600,” ujar Hamid di Medan, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, penganggaran sektor kesehatan dalam APBD Sumut 2026 difokuskan pada tiga komponen utama. Salah satunya adalah dukungan terhadap penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sebagai bentuk sinergi dengan program bantuan pemerintah pusat.
“Iuran BPJS Kesehatan ini menjadi bagian dari dukungan Provinsi Sumut kepada masyarakat penerima bantuan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Sumut juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas layanan dengan menyiapkan mekanisme apresiasi bagi fasilitas kesehatan yang mampu memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Apresiasi akan diberikan pada momen tertentu kepada fasilitas kesehatan yang konsisten menjaga mutu layanan,” tambah Hamid.
Didukung Ratusan Fasilitas Kesehatan
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Provinsi Sumut, Dikky Anugrah, menyampaikan bahwa manfaat Probis Sumut Berkah telah dirasakan masyarakat sejak program tersebut mulai diterapkan pada Oktober 2025.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut bersama BPJS Kesehatan, pelaksanaan program ini didukung oleh 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik yang telah menandatangani maklumat bersama.
Pada tahun sebelumnya, Pemprov Sumut juga telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp297 miliar untuk mendukung implementasi Universal Health Coverage (UHC) di daerah tersebut.
“Program ini terus kami sempurnakan. Berbagai masukan dan keluhan masyarakat terkait UHC menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan,” ujar Dikky.
Target 15,3 Juta Warga Terlindungi
Melalui Program Berobat Gratis Sumut Berkah, masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan mitra. Pemerintah menargetkan seluruh 15,3 juta penduduk Sumatera Utara dapat terlindungi oleh jaminan kesehatan yang lebih berkualitas.
“Rumah sakit dan fasilitas kesehatan mitra yang tidak memenuhi standar pelayanan akan dievaluasi. Target kami seluruh masyarakat Sumut mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan bermutu,” tegas Dikky.
