MEDAN — Masyarakat Sumatera Utara diminta tetap waspada terhadap potensi hujan deras meski suhu udara panas terasa menyengat pada siang hari. Ketua Tim Sistem Peringatan Dini BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, menyebut fenomena ini dipicu oleh pemanasan permukaan yang optimal akibat cuaca cerah berawan sejak pagi.
"Cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari memicu pemanasan permukaan optimal (solar heating) dan menciptakan instabilitas atmosfer," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Mistar, Selasa (11/8/2026).
Martha menjelaskan, kombinasi beberapa faktor atmosfer menjadi penyebab utama kondisi ini. Aktivitas gelombang atmosfer yang aktif, belokan angin (shearline), serta konvergensi di wilayah pantai barat hingga lereng timur turut mendukung pembentukan awan hujan.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudera Hindia barat Sumatera dan Selat Malaka meningkatkan suplai uap air. "Anomali suhu muka laut yang hangat serta adanya belokan angin dan konvergensi angin di sekitar pantai timur Sumut mendukung potensi pembentukan awan konvektif," kata Martha.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat diprakirakan terjadi pada sore sampai malam hari. Sejumlah kabupaten masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, seluruh masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor perlu diantisipasi sejak dini, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan.
Pihaknya juga berharap para pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi. "Seluruh masyarakat Sumut diimbau untuk senantiasa waspada dan melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir atau longsor," pungkas Martha. (hm27)