Mahasiswa UGM KKN di Asahan Ubah Sisa Makanan Pesantren Jadi Pakan Ternak, Wabup Tinjau Langsung

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:47:31 WIB
Wakil Bupati Asahan meninjau langsung pengolahan sisa makanan pesantren menjadi pakan ternak oleh mahasiswa KKN UGM di Pesantren Darul Falah, Aek Songsongan, Sabtu.

ASAHAN — Limbah makanan di lingkungan pesantren biasanya berakhir menjadi sampah yang menumpuk. Di Pesantren Darul Falah, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, sisa makanan itu kini disulap menjadi pakan ternak bernilai ekonomi oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP datang langsung ke lokasi pada Sabtu untuk melihat proses pengolahan yang dinilainya sebagai solusi sederhana namun berdampak besar. Inovasi ini mengubah sisa konsumsi santri menjadi media budidaya maggot, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak bebek.

Dari Sisa Makanan Menjadi Maggot Bernilai Ekonomi

Salah satu mahasiswa KKN, Ghazalah Anwar, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus: menekan volume limbah organik dan mendukung sektor peternakan di sekitar pesantren.

"Melalui pengelolaan ini, sisa makanan tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. Konsep tersebut diharapkan dapat dikembangkan masyarakat setelah KKN berakhir," kata Anwar.

Maggot atau larva lalat black soldier fly (BSF) dikenal sebagai agen pengurai sampah organik yang efektif. Dalam beberapa pekan, larva ini bisa mengonsumsi sisa makanan dalam jumlah besar dan berubah menjadi sumber protein tinggi untuk pakan unggas.

Wabup: Kolaborasi Pendidikan dan Masyarakat yang Patut Dicontoh

Rianto mengapresiasi langkah mahasiswa UGM yang dinilainya menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada PT Inalum yang telah memfasilitasi kehadiran KKN UGM di Kabupaten Asahan.

"Inovasi ini menjadi contoh kolaborasi antara dunia pendidikan dengan masyarakat. Kami apresiasi apa yang dilakukan mahasiswa. Sisa makanan yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujar Rianto.

"Ini merupakan inovasi yang sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan," sambungnya.

Harapan agar Ilmu KKN Tertinggal di Masyarakat

Rianto berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya berhenti pada program yang bersifat sementara. Ia meminta agar pengetahuan tentang pengolahan limbah ini bisa diwariskan kepada santri dan warga sekitar sehingga manfaatnya terus berjalan setelah masa KKN usai.

"Ilmu dan inovasi yang dibawa adik-adik mahasiswa dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Sehingga kehadiran KKN UGM tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan manfaat yang dapat terus dikembangkan," kata Rianto.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian monitoring pemerintah daerah terhadap program pemberdayaan yang berjalan di wilayahnya. Pesantren Darul Falah sendiri menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk pengembangan kemandirian pangan melalui sektor peternakan.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: topmetro.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top