GUNUNGSITOLI — Angka putus kuliah di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Gunungsitoli memicu intervensi langsung pemerintah provinsi. Bobby Nasution menargetkan kolaborasi pembiayaan pendidikan minimal 50 persen dari total kuota mahasiswa baru, naik dari jatah beasiswa Kementerian Kesehatan yang saat ini baru 20 persen untuk Poltekkes Medan.
Rencana ini disampaikan saat Gubernur meninjau kampus Poltekkes di Gunungsitoli, Minggu (9/8/2026). Ia menilai tingginya angka mahasiswa tidak aktif menjadi akar masalah kekurangan tenaga kesehatan di Kepulauan Nias.
Data yang dihimpun dari kampus menunjukkan hanya 23 dari 66 mahasiswa angkatan pertama yang bertahan. Mayoritas lainnya tidak mampu membayar biaya pendidikan, bukan karena faktor akademik.
“Ini kan menjadi persoalan juga, baik untuk tenaga kesehatan yang ada di Kepulauan Nias dan juga untuk anak-anak kita bisa mendapat lapangan pekerjaan,” kata Bobby Nasution dalam keterangannya, Minggu.
Pemerintah Provinsi Sumut tidak akan membangun skema beasiswa baru dari nol. Langkah yang diambil adalah mengintegrasikan dana bantuan pendidikan yang sudah ada dengan kuota dari pemerintah pusat.
“Kami sebagai pemerintah daerah yang punya masyarakatnya, kami memberikan fasilitas kepada masyarakatnya agar bisa menikmati fasilitas dari kementerian ini (Poltekkes), nah tadi target kita 50 persen tadi mudah-mudahan bisa kita kasih melalui beasiswa,” jelasnya.
Artinya, jika Kementerian Kesehatan menyediakan jatah 20 persen, Pemprov Sumut akan menambal sisanya hingga total 50 persen mahasiswa yang masuk mendapatkan pembiayaan.
Di tengah kunjungan itu, Bobby Nasution bertemu dengan Destin Murni Laoli. Mahasiswi tingkat tiga ini sempat mengambil cuti kuliah karena kondisi ekonomi keluarga yang memburuk—sang ibu tengah sakit dan Destin adalah anak pertama dari tiga bersaudara.
“Saya senang sekali dapat bertemu dengan Bapak Bobby. Beliau sangat membantu saya dalam pembiayaan uang kuliah. Perasaan saya sangat senang sekali, terima kasih Bapak Bobby atas bantuannya,” ungkap Destin dengan haru.
Belum ada rincian teknis mengenai mekanisme pencairan dana dan syarat penerima beasiswa. Namun, peninjauan ini menjadi sinyal bahwa Pemprov Sumut menjadikan pendidikan kesehatan di kepulauan sebagai prioritas, menyusul kebutuhan tenaga medis yang selama ini sering terpusat di pesisir timur Sumatera.