APRC 2026 di Pematangsiantar-Simalungun: 45 Pereli Siap Tempur di 12 Special Stage, UMKM dan Hotel Ikut Bergairah

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:00:31 WIB
Pereli melintasi garis start seremonial APRC Sumatera Utara 2026 di Lapangan Adam Malik, Pematangsiantar, Jumat (7/8/2026).

Pematangsiantar — Deru mesin mobil reli kembali memecah keheningan di kawasan Danau Toba. Asia Pacific Rally Championship (APRC) Sumatera Utara 2026 resmi dimulai dengan prosesi seremonial start di Lapangan Adam Malik, Pematangsiantar, Jumat (7/8/2026).

Ketua Panitia Regional APRC Sumut 2026, Agus Rangkuti, merinci total lintasan mencapai 231,10 kilometer. Dari angka tersebut, 167,96 kilometer di antaranya merupakan jarak kompetitif yang terbagi dalam 12 Special Stage (SS).

"Pembukaan kita lakukan di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar, sedangkan penutupan akan berlangsung di Lapangan Sari Matondang, Sidamanik," ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026). Dua Etape, Lintasan Terpanjang 18 Kilometer

Para pembalap akan menghadapi dua etape yang masing-masing berisi enam SS. Etape pertama menempuh jarak kompetitif 83,66 kilometer, sementara etape kedua sedikit lebih panjang dengan 84,30 kilometer.

SS 7 dan SS 10 menjadi ujian paling berat dengan panjang masing-masing 18,27 kilometer. Sebaliknya, SS 1 dan SS 4 menjadi lintasan terpendek yang hanya membentang 8,44 kilometer.

Persaingan tidak berhenti di aspal kota. Setelah dilepas dari Pematangsiantar, para pereli dihadapkan pada karakter tanah keras di kawasan PTPN IV Regional I Kebun Toba Sari, Kabupaten Simalungun. Persaingan Asia dan Nasional dalam Satu Ajang

APRC Sumut 2026 mempertemukan pereli dari tiga negara, yaitu Malaysia, India, dan Spanyol. Mereka akan beradu cepat dengan pembalap tuan rumah yang datang dari 10 provinsi, termasuk Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Status ganda sebagai seri ketiga APRC dan putaran keempat Kejuaraan Nasional Reli 2026 membuat ajang ini semakin krusial. Poin yang diraih di Simalungun akan menentukan posisi pembalap di klasemen akhir musim. Dampak Ekonomi: Hotel Penuh dan UMKM Bergerak

Di balik hiruk-pikuk persaingan di lintasan, gelaran ini membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar. Kehadiran peserta, kru, dan pendukung tim dalam jumlah besar memicu peningkatan aktivitas ekonomi yang nyata.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Harun Mustafa, menyebut persiapan penyelenggaraan telah berlangsung sekitar tiga bulan. Rangkaian kegiatan juga dirangkai dengan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar lintasan.

"Kejuaraan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi lokal," kata Harun di sela-sela acara pelepasan peserta.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: sinata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top