Bahlil Ungkap KIT Batang Lahir dari Kegagalan RI Raih Relokasi 32 Perusahaan China

Penulis: Wan Rizal  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:39:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan dalam acara peluncuran buku di Sumatera Utara, Jumat (7/8).

SUMATERA UTARA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kembali catatan kelam investasi nasional yang menjadi cikal bakal pembangunan KIT Batang. Ia menyebut, Presiden Joko Widodo langsung memanggilnya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan setelah Indonesia gagal memanfaatkan perang dagang Amerika Serikat-China.

"Ada 32 perusahaan yang hengkang dari China ke Vietnam. Indonesia tidak dapat bagian. Lagi-lagi saya dipanggil oleh Bapak Presiden waktu itu dengan Opung (Luhut B. Pandjaitan)," ujar Bahlil dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia, Jumat, 7 Agustus.

Harga Lahan Jadi Biang Kerok Utama

Dari penugasan itu, Bahlil mengaku diminta menyelidiki akar masalah mengapa Indonesia tidak kebagian relokasi industri. Hasil evaluasi menunjukkan, hambatan terbesar bukan pada insentif fiskal atau birokrasi, melainkan harga lahan kawasan industri yang tidak kompetitif.

Saat itu, lahan kawasan industri di Vietnam hanya dipatok Rp600.000 per meter persegi. Adapun Indonesia membanderolnya hingga sekitar Rp2 juta per meter persegi. Selisih hampir tiga kali lipat ini membuat investor memilih negara lain.

"Maka kemudian lahirlah Kawasan Industri Batang itu sebagai bentuk kehadiran negara," tegas Bahlil.

Konsep dan Masterplan Dikerjakan Kementerian Investasi

Bahlil menegaskan pembangunan KIT Batang bukan hasil kerja perorangan. Penyusunan konsep hingga masterplan kawasan industri tersebut dikerjakan tim di Kementerian Investasi yang kala itu dipimpinnya.

Ia juga mengenang kondisi awal kementerian tersebut yang disebutnya hanya berfungsi sebagai "front office" tanpa kewenangan memadai. Bahkan, ia mengibaratkan institusinya seperti harimau tanpa gigi.

"Hanya tempat stempel seperti harimau tapi tidak punya gigi. Ini jujur. Uangnya waktu itu APBN-nya tidak lebih dari Rp800 miliar," imbuh Bahlil.

Klaim Bereskan Investasi Mangkrak Rp708 Triliun

Meski dengan keterbatasan anggaran dan kewenangan, Bahlil mengklaim timnya berhasil menyelesaikan investasi mangkrak senilai Rp708 triliun. Realisasi investasi nasional pun disebutnya meningkat signifikan selama masa kepemimpinannya di Kementerian Investasi.

"Pada tahun 2020 investasi kita Rp780 triliun dan saya meninggalkan Kementerian Investasi, realisasi investasi yang mencapai Rp1.700 triliun," tandas Bahlil.

KIT Batang sendiri diresmikan Presiden Joko Widodo pada 26 Juli 2024. Kawasan ini dirancang sebagai jawaban negara atas mahalnya harga lahan industri yang selama ini menjadi keluhan utama investor asing yang ingin masuk ke Indonesia.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top