NIAS UTARA — Ratusan hari para pelajar SMPN 4 Sitolu Ori belajar di bangunan sederhana berdinding papan dan beratap seng. Setiap kali hujan turun, lantai kelas berubah becek dan nyamuk mengganggu konsentrasi belajar. Kondisi itu kini hampir berakhir.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pembangunan gedung permanen sekolah yang terletak di Kabupaten Nias Utara tersebut segera direalisasikan. Gubernur Bobby Nasution bahkan telah meninjau langsung kesiapan lahan dan progres pengerjaan di lokasi, Kamis (6/8/2026).
SMPN 4 Sitolu Ori baru beroperasi pada 2024. Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar berlangsung di bangunan darurat. Kondisi ini diakui para siswa sangat mengganggu kenyamanan mereka.
Electra Stefani Harefa, siswi kelas IX, mengaku belum pernah sekalipun merasakan belajar di ruang kelas permanen. Ia menggambarkan suasana sekolah yang becek dan penuh nyamuk saat musim hujan.
"Kami kurang nyaman, contohnya saat musim hujan. Kami agak kurang nyaman karena situasi lingkungan agak becek, dan tentunya pasti ada nyamuk juga yang mengganggu saat kami belajar di kelas," kata Electra di SMPN 4 Sitolu Ori, Nias Utara, Kamis (6/8/2026).
Pembangunan yang akan dikerjakan tidak hanya sekadar ruang belajar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung baru tersebut akan mencakup tiga ruang kelas lengkap dengan perabotannya.
Selain itu, akan dibangun satu ruang administrasi yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang tamu. Fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian dengan penyediaan toilet laki-laki, perempuan, dan toilet khusus difabel.
Kepala SMPN 4 Sitolu Ori, Teti Gea, menyambut baik bantuan pembangunan ini. Ia menilai dukungan tersebut merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap mutu pendidikan di daerah terpencil.
"Kami ucapkan terima kasih, semoga fasilitas kendepan yang lain juga dapat dibantu," ujar Teti.
Di balik rasa syukur tersebut, Teti masih menyimpan sejumlah harapan. Ia berharap pemerintah juga memperhatikan pembangunan laboratorium, perpustakaan, dan akses jalan menuju sekolah yang saat ini masih memprihatinkan.
"Jadi, kami juga mau akses jalan itu bisa dibangun segera. Anak-anak di sini, ada yang jalan kaki 2 km sampai 5 km. Ada yang berangkat jam 06.00 pagi, mereka jalan kaki," katanya.
Dalam kunjungannya, Gubernur Bobby Nasution sempat menyapa para siswa di setiap kelas dan melihat langsung kondisi bangunan lama yang selama ini dipakai. Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Utara itu pun disambut antusias warga sekolah yang berharap pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.