MEDAN — Sebanyak 470 anak dari keluarga kurang mampu di Kota Medan kini tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat, program prioritas pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, memastikan pihaknya tidak hanya menyerahkan pengelolaan kepada pemerintah pusat, melainkan turun langsung memantau perkembangan mereka.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Medan, Rabu, Rico mengaku kagum dengan semangat belajar para siswa. Alih-alih mengeluhkan aturan disiplin yang ketat, anak-anak justru menunjukkan motivasi tinggi dan daya adaptasi yang luar biasa.
“Saya kagum melihat tingginya motivasi dan daya adaptasi para siswa. Meskipun menerapkan aturan yang dinilai ketat dan disiplin, para siswa justru menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar Rico Waas di Medan, Rabu.
Rico menilai Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Kehadirannya merupakan instrumen strategis untuk mengubah masa depan keluarga prasejahtera. Pendidikan dan fasilitas terbaik yang diberikan diharapkan mampu membekali anak-anak agar kelak mandiri secara ekonomi.
“Dengan adanya program nasional ini, Pemkot Medan berkomitmen mengawal tumbuh kembang anak-anak agar kelak mampu memutus rantai kemiskinan dan membenahi ekonomi keluarganya,” jelasnya.
Orang nomor satu di Medan itu juga menitipkan pesan khusus kepada para tenaga pendidik. Ia meminta pengajaran dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan, bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan.
“Saya juga berpesan kepada para guru. Kami titipkan anak-anak. Berikanlah pengajaran dengan hati, rasa kekeluargaan yang erat, dan kualitas pendidikan yang terbaik,” pesannya.
Rico menambahkan, para siswa telah menunjukkan kepercayaan diri dalam menggapai cita-cita mereka. Kondisi ini menjadi modal penting bagi Pemkot Medan untuk terus memantau perkembangan mereka secara berkala.
Menurut Kepala Sekolah Rakyat, Syahripal Syahputra, komposisi siswa tahun ini terdiri dari 200 siswa angkatan lama dan 270 siswa baru yang bergabung pada tahun ajaran 2026/2027. Penambahan jumlah siswa ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program yang dinilai mampu mengangkat derajat hidup keluarga miskin di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut.