MEDAN — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang lomba cerdas cermat BMKG 2026 tingkat SMA/MA/SMK/sederajat se-Sumut di Kantor BBMKG Wilayah I Medan, Selasa. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis menanamkan budaya sadar risiko bencana sejak usia sekolah.
"Apa yang dilakukan ini untuk memperkuat literasi kebencanaan dan budaya sadar risiko bencana di kalangan generasi muda," ungkap Surya.
Surya menjelaskan, wilayah Sumatera Utara termasuk daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam. Oleh karena itu, pemahaman sains kebumian menjadi bekal penting bagi pelajar.
"Oleh karena itu, membangun budaya sadar risiko bencana harus dimulai sejak usia sekolah lewat peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan literasi sains," ujarnya.
Menurut Surya, program edukatif yang dihadirkan BBMKG Wilayah I Medan merupakan wahana pembelajaran yang tepat. Kompetisi ini bukan sekadar ajang akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, berikut empat sekolah terbaik yang berhasil meraih juara dalam kompetisi tingkat provinsi ini:
Pihaknya menegaskan komitmen Pemprov Sumut untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BMKG serta pemerintah kabupaten/kota. Sinergi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
"Pemprov Sumut terus memperkuat sinergi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana," tutur Surya.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengapresiasi dukungan Pemprov Sumut, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dia menekankan pentingnya wawasan meteorologi, klimatologi, dan geofisika bagi peserta didik.
"Pemahaman ini sangat penting mengingat Sumatera Utara merupakan daerah yang rawan bencana, baik hidrometeorologi maupun gempa bumi," kata Nelly.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan tinggi terhadap potensi bencana di lingkungannya.