SUMATERA UTARA — Peristiwa itu pertama kali dilaporkan pemilik mobil, Albert, kepada petugas Damkar pada pukul 09.25 WIB. Saat tim pemadam tiba di lokasi, api dilaporkan sudah membesar dan melahap hampir seluruh bagian kendaraan mewah tersebut.
"Laporan masuk pukul 09.25 WIB. Pelapor, Bapak Albert, menelepon Damkar menginformasikan ada kebakaran mobil di Jalan Tampomas. Setelah itu, kita dari tim Damkar menindaklanjuti langsung ke sini untuk melakukan pemadaman," kata Kepala Bagian Komunikasi Damkar Kota Semarang, Rinus, dalam keterangannya.
Menurut Rinus, mobil dalam kondisi terparkir di depan rumah dua lantai ketika kepulan asap mulai terlihat muncul dari bagian kap mesin. Sebelum petugas tiba, kobaran api dengan cepat membesar dan membuat mobil hanya menyisakan rangka yang menghitam.
Beruntung, tidak ada penghuni rumah maupun orang di dalam kendaraan saat kejadian berlangsung. Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan pembasahan untuk memastikan api tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko kelistrikan pada kendaraan, terutama mobil dengan usia pakai tertentu. Korsleting arus pendek kerap menjadi pemicu kebakaran meski kendaraan dalam keadaan mati dan terparkir.
Pemilik mobil belum memberikan keterangan resmi terkait perkiraan kerugian material. Namun, mengingat statusnya sebagai kendaraan mewah, kerugian dipastikan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi dan pihak kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa serupa tercatat pernah terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia, yang umumnya diakibatkan oleh modifikasi kelistrikan yang tidak standar atau komponen yang sudah aus. Damkar mengimbau pemilik kendaraan untuk melakukan pemeriksaan berkala pada sistem kelistrikan, terutama sebelum meninggalkan mobil dalam waktu lama.
"Kami mengimbau agar pemilik kendaraan rutin mengecek kondisi aki dan kelistrikan. Jangan menambah aksesori yang menarik daya listrik besar jika tidak diimbangi penggantian komponen standar," pungkas Rinus.