Aplikasi AI Gemini Raih 750 Juta Pengguna Bulanan, Google Kian Agresif di Sektor AI

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 05 Februari 2026 | 08:18:03 WIB
Aplikasi AI Gemini milik Google mencapai 750 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal IV 2025.

Medan - Aplikasi chatbot kecerdasan buatan milik Google, Gemini, mencatat lonjakan pengguna yang signifikan. Berdasarkan laporan kinerja kuartal IV 2025 perusahaan, Gemini kini telah melampaui 750 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU), menandai percepatan adopsi AI di kalangan konsumen global.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cepat dalam waktu singkat. Pada kuartal sebelumnya, Google melaporkan jumlah pengguna aktif Gemini berada di kisaran 650 juta. Kenaikan lebih dari 100 juta pengguna dalam satu kuartal memperlihatkan tingginya minat pasar terhadap layanan AI generatif yang ditawarkan Google.

Dalam persaingan industri AI, capaian Gemini menempatkannya sebagai salah satu pemain terbesar. Meski demikian, Gemini masih berada di bawah pesaing utamanya, ChatGPT, yang diperkirakan memiliki sekitar 810 juta pengguna aktif bulanan pada akhir 2025. Sementara itu, Meta AI dilaporkan telah memiliki hampir 500 juta pengguna bulanan.

Pertumbuhan Gemini tidak terlepas dari peluncuran Gemini 3, model AI terbaru Google yang disebut-sebut sebagai versi paling canggih sejauh ini. Google mengklaim Gemini 3 mampu memberikan respons dengan tingkat kedalaman dan nuansa yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

CEO Google, Sundar Pichai, menyebut kehadiran Gemini 3, khususnya dalam mode AI, menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, investasi berkelanjutan dan pengembangan produk yang konsisten akan menjaga momentum tersebut ke depan.

Selain peningkatan teknologi, Google juga memperluas strategi monetisasi Gemini. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan paket berlangganan yang lebih terjangkau, Google AI Plus, dengan harga US$7,99 per bulan. Paket ini ditujukan untuk menjangkau konsumen yang lebih sensitif terhadap harga, meskipun masih terlalu baru untuk memengaruhi laporan kinerja kuartalan.

Chief Business Officer Google, Philipp Schindler, mengatakan perusahaan saat ini melihat pertumbuhan yang kuat baik dari layanan gratis maupun berlangganan. Strategi tersebut dinilai menjadi kunci dalam memperluas basis pengguna Gemini secara berkelanjutan.

Kinerja Gemini juga mencerminkan kondisi keuangan induk perusahaan Google, Alphabet, yang mencatatkan pencapaian baru dengan pendapatan tahunan menembus US$400 miliar untuk pertama kalinya. Google mengaitkan capaian tersebut dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan berbasis AI di berbagai sektor.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur AI, Google juga memperkenalkan generasi terbaru chip akselerator AI Tensor Processing Unit (TPU) bernama Ironwood. Kehadiran chip ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan AI sekaligus memperkuat posisi Google dalam persaingan dengan produsen chip AI lain, termasuk Nvidia.

Dalam pernyataan resminya, Pichai menyebut model AI internal Google kini memproses lebih dari 10 miliar token per menit melalui penggunaan API oleh pelanggan. Ia menilai pertumbuhan Gemini dan meningkatnya penggunaan AI di layanan pencarian menunjukkan bahwa AI telah menjadi pendorong utama ekspansi bisnis Google.

Dengan basis pengguna yang terus bertambah dan investasi besar di sektor AI, Google semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam persaingan global teknologi kecerdasan buatan.

Reporter: Redaksi
Back to top