Update Harga TBS Sawit Sumut 21–27 Januari 2026, Petani Terima Sentimen Positif

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 27 Januari 2026 | 11:55:04 WIB
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Utara naik Rp 22,93 per kilogram periode 21–27 Januari 2026.

MEDAN - Pergerakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara kembali menunjukkan tren positif. Untuk periode 21–27 Januari 2026, Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Utara menyepakati kenaikan harga sebesar Rp 22,93 per kilogram, seiring menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel di pasar.

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada harga TBS sawit usia produktif 10–20 tahun yang kini berada di level Rp 3.517,61 per kilogram. Penguatan harga ini menjadi kabar baik bagi petani, terutama di tengah dinamika pasar global dan tantangan keberlanjutan sektor perkebunan.

Berdasarkan hasil rapat penetapan harga, harga CPO ditetapkan sebesar Rp 14.318,58 per kilogram, sementara harga kernel mencapai Rp 11.756,42 per kilogram. Adapun indeks K yang digunakan dalam formula penetapan berada pada angka 92,81 persen, mencerminkan kontribusi optimal dari penjualan produk turunan sawit.

Selain TBS usia produktif, penyesuaian harga juga terjadi pada berbagai kelompok umur tanaman. TBS sawit usia 3 tahun dihargai Rp 2.726,03 per kilogram, usia 4 tahun Rp 2.984,86 per kilogram, dan usia 5 tahun Rp 3.161,34 per kilogram. Sementara itu, tanaman usia 6 hingga 9 tahun berada pada kisaran Rp 3.250,79 hingga Rp 3.431,23 per kilogram.

Untuk tanaman sawit yang lebih tua, harga TBS usia 21 tahun ditetapkan Rp 3.510,49 per kilogram, usia 22 tahun Rp 3.463,98 per kilogram, usia 23 tahun Rp 3.429,43 per kilogram, usia 24 tahun Rp 3.315,14 per kilogram, dan usia 25 tahun Rp 3.212,81 per kilogram.

Penguatan harga TBS ini diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani sawit di Sumatera Utara. Selain itu, tren positif ini juga dinilai dapat membantu menjaga semangat produksi sekaligus mendorong keberlanjutan sektor perkebunan sawit di daerah tersebut.

Reporter: Redaksi
Back to top