Pencarian

Tol Kutepat Perkuat Ekonomi Sumut, Hampir 600 Ribu Kendaraan Melintas Selama Nataru

Rabu, 28 Januari 2026 • 16:00:09 WIB
Tol Kutepat Perkuat Ekonomi Sumut, Hampir 600 Ribu Kendaraan Melintas Selama Nataru
Tol Kutepat Perkuat Ekonomi Sumut

Sumut, 28 Januari 2026 — Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) kian menegaskan perannya sebagai infrastruktur vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra Utara. Ruas tol yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) ini menjadi bagian penting dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas sekaligus pemerataan pembangunan antarwilayah.

Hampir seluruh seksi Tol Kutepat kini telah beroperasi, meliputi ruas Tebing Tinggi–Indrapura, Kuala Tanjung–Indrapura, Tebing Tinggi–Dolok Merawan–Sinaksak, serta segmen Sinaksak–Simpang Panei yang difungsionalkan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, yakni pada 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita, Dindin Solakhuddin, menyampaikan bahwa Tol Kutepat tidak hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan ruas tol ini membuka akses strategis menuju kawasan industri, pelabuhan, serta destinasi pariwisata unggulan di Sumatra Utara.

“Tol Kutepat dirancang sebagai infrastruktur jangka panjang yang memperkuat konektivitas antarwilayah dan menjadi urat nadi distribusi barang, pariwisata, serta investasi. Dampaknya, pusat-pusat ekonomi baru berpotensi tumbuh di sepanjang koridor tol,” ujar Dindin.

Ia menambahkan, meningkatnya efisiensi waktu tempuh menjadikan Tol Kutepat semakin diminati masyarakat. Hal tersebut tercermin dari volume lalu lintas yang tinggi selama masa libur Nataru 2025/2026.

“Selama periode Nataru, tercatat lebih dari 599 ribu kendaraan melintas di ruas Tol Kutepat. Angka ini menunjukkan bahwa tol ini telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendukung mobilitas yang lebih lancar, nyaman, dan efisien,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Sumatra Utara, Wahyu Ario Pratomo, menilai Tol Kutepat, khususnya Seksi Kuala Tanjung–Indrapura, memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah. Ruas tersebut dinilai mampu mempercepat akses ke kawasan industri utama, seperti Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

“Dengan akses yang semakin efisien, aktivitas logistik dapat berjalan lebih optimal. Hal ini berpotensi meningkatkan arus bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung, menarik lebih banyak kapal bersandar, dan pada akhirnya berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat sekitar,” kata Wahyu.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks